Bicara baik atau diam..Talk Less Do More..Sillent is gold..*
Kita pasti sudah sering mendengar istilah itu. Istilah-istilah yang menganjurkan kita untuk tidak terlalu banyak bicara ato mengurangi bicara yang tidak perlu. Terkesan untuk membuat kita lebih bijaksana. Tp klo diterapkan di kehidupan ini pasti banyak yang ngga setuju dengan istilah-istilah itu. Buat kalangan pelajar,,dunia indah pertemanan mengharuskan kita banyak bicara untuk bisa terkesan supel. Untuk kalangan mahasiswa,,penyandang gelar penyalur lidah rakyat,,dengan embel-embel agent of change,social control, iron stock justru mengharuskan kita untuk lebih banyak bicara (baca:berpikir br bicara), berani bicara di depan publik, berani bicara dalam situasi tertekanpun. Untuk para profesional maksudnya dalam dunia kerja,,kemampuan berbicara sekarang juga telah menjadi faktor yang cukup penting. Meeting, presentasi, ketemu klien, berbicara dengan customer,dll sangat membutuhkan kemampuan berbicara. Hmm apalagi politisi,,hampir modal utamanya adalah berbicara,,bagaimana menguasai masa, bagaimana menarik banyak pendukung dengan janji2 indah, dengan iming2 kesejahteraan yang pastinya akan sering terlupa saat dia benar2 terpilih (Hehe, tapi bukan itu yang saya sorot). Yap, kemampuan berbicara,,sangat2 diperlukan untuk lapisan masyarakat manapun. Sampe2 ada pelatihannya ( Communication and Public Relation contohnya). Intinya banyak yang ga sepakat ato bahkan melupakan 3 istilah diatas*.
Sebenarnya saya sepakat juga, dengan beberapa penggunaan fungsi berbicara pada contoh2 diatas. Bisa disimpulkan bahwa fungsi2 bicara yang saya sebutkan diatas mengandung unsur positip. Nah selama mahasiswa kemaren saya juga penganut Say no for Sillent(hehe,ada ga ya?) pokoknya kudu bisa ngomong. Awalnya yang saya pendiam jadi bisa ngomong (hehe, tp ga semuanya bener,mksdnya pendiamnya). Tp sempet waktu saya masih kuliah, sy sempat berpikir bahwa yang dimaksud pada istilah diatas* adalah mengurangi berbicara yang tidak penting, berbicara yang dapat menyakiti orang lain, berbicara hal-hal negatip, berbicara yang berlebihan yang bisa merusak suatu hubungan persahabatan. Contohnya, nggosip, iri, dengki, seneng banget klo disuruh ngomongin kejelekan orang lain dll(ditambahan sendiri yaaa). Yah..karena seabreknya aktivitas seorang mahasiswa (kuliah, praktikum, tugas2 yang mengasyikkan , organisasi mungkin) kadang membuat kita lupa pada hal-hal negatip (iya ngg sih?semoga bener..)
Memasuki dunia kerja, dunia yang penuh persaingan, dunia yang sulit membedakan mana kawan mana lawan mengharuskan kita untuk lebih berhati-hati dalam urusan berbicara. Sepakat ngg? Pernah beberapa waktu lalu temen saya bilang “jangan percaya pada siapapun di kantor”. Maksudnya adalah untuk sebagai temen curhat, ato hal2 pribadi lainnya. Intinya, ngobrol secukupnya yang menyangkut urusan kerja, ato mungkin ngomongin film,dll. Karena bisa saja karena polosnya kita, yang kemudian bicara sedikit pribadi pada temen kantor berakibat fatal. Kita bisa dikeluarkan. Wah..sadis banget! Yap..begitulah dunia kerja. Saranku memang Talk less Do more..jangan banyak bicara yang ngga penting, khusunya untuk dunia hubungan dengan temen kantor. Ngobrolin yang umum2 aja. Hindari ngobrol hal pribadi. Fokus pada pekerjaan dan peningkatan kinerja kita aja. Jangan menghabiskan waktu dengan ikut nimbrung ngomongin kejelekan orang lain ato iri dengan fasilitas2 yang didapet temen kantor yang mungkin berbeda sama kita.
Yeah…Berbicara Baik Ato Diam memang masih sangat diperlukan. Yang penting kita tau apa yang kita omongkan. Karena lidah memang tak bertulang maka lebih mudah berbicara yang kadang kita ngga ngerasa akan berdampak negatip untuk diri kita maupun orang lain..
Hehe,,terakhir..bagi yang pernah merasa tersakiti dengan ucapan, ceplosan, guyonan saya. Maafkan yah..


tulisanmu tambah banyak kemajuan..
jadi lebih enak bacanya.
semoga lebih banyak lagi tulisan-tulisan bermanfaat semacam ini.
tergantung konteks materi pembicaraannya sih kalo mo diam atau mo berkoar2, sperti diana bilang, sepakat
hehehe
kalo ngomong yg negatif pasti sia2, tapi kalo ngomong yang positif pasti akan
memberikan manfaat
btw sy juga di maafkan kalo ada salah2 kata dee….
iyaaa… saya maafkan…
)
hai,, apa kabar Bu? waaah sekarang udah banyak aktif di dunia maya yah..
ehmm,, iya mnrt sy talk less do more itu prinsip yang bagus.. tapi ada juga yang sukanya Talk mulu, alias NATO (no action talk only)…
*eh, kok jd kyk iklan seluler yah*…
tulis lagi donk mbak…
piye..yo??? kpn2 wae ta buatkan commentnya..kl ta tulis sekarang…wah iso ga cukup……..
Bicara ato Diam
Diam itu emas…mksdnya ap y,mungkin klo bicara gigi emasnya keliatan hehe
Intinya semua akan dipertanggungjawabkan kelak…so hati2 dengan lisan
saya juga minta maaph, klo kemarin2 byk sms ato ucapan yg mungkin sempat membuat risih ato menyakitkan hati.semoga dimaafkan…
mari bersama menjaga lisan….